Satu hal yang dapat kita pelajari dari sebuah fakta bahwa manusia itu tidak ada yang sempurna: menerima kekurangan seseorang. Saya mengartikan menerima kekurangan seseorang sebagai suatu sikap kita yang mau memaklumi suatu kesalahan yang dilakukan seseorang dan memaafkannya.
Bukankah ada pepatah mengatakan, hanya orang yang tidak pernah melakukan kesalahan yang bisa menghakimi kesalahan seseorang. Hm, saya rasa itu tugas Tuhan, bukan tugas manusia yang kodratnya tidak sempurna.
Saya pernah punya pengalaman di mana suatu ketika saya keceplosan mengatakan hal yang tidak kasar tapi menyakitkan. Bukanlah sesuatu yang saya sadari hingga orang itu menunjukkan ekspresinya yang tidak senang. Dia tersinggung sampai-sampai begitu membenci saya dan memutuskan hubungan pertemanan untuk beberapa hari.
Begitu sulitnya ia memaafkan kesalahan sepele, bukankah kalau kita memegang prinsip "Nobody's Perfect" semua itu akan menjadi sangat mudah. Hal sepele, sesuatu yang tidak terkontrol, perbuatan tercela lainnya menjadi bagian dari aspek ketidaksempurnaan manusia.
Seandainya kalau kita mau mengaca diri, bukankah kita juga sama halnya dengan orang yang tidak mampu kita maafkan. Bukankah kita punya salah juga sama orang itu. Janganlah sok suci mengklaim diri kita baik sama dia, karena sama halnya suatu ucapan yang terlontar begitu saja tanpa kita sadari, kita tak tahu kalau orang itu terluka di dalam atau tidak.
Jadi, memaafkan adalah satu kodrat manusia lainnya, sebagai timbal balik dari kodrat ketidaksempurnaan manusia.
Sebagai informasi tambahan, kalau kita tidak mampu memaafkan itu sama akhirnya kita menanam akar kepahitan yang akan berbuah kepahitan juga. Dendam itu sakit secara psikis. So, let's free!
Referensi lagu: Nobody's Perfect - Jessie J.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar